Gelombang Sindiran untuk DPRD Blora Kian Panas: Mahasiswa Semarang Asal Blora Bersuara — “Stop Kunker, Stop Drama Politik!”

Avatar photo

- Kontributor

Rabu, 12 November 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Rival Alfian Esa Saputra, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang asal Blora, yang juga dikenal sebagai jurnalis muda yang vokal.

Foto : Rival Alfian Esa Saputra, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang asal Blora, yang juga dikenal sebagai jurnalis muda yang vokal.

BLORA | PortalindonesiaNews.Net  — Dunia maya Blora sedang overheating! Dalam beberapa hari terakhir, lini masa media sosial penuh dengan sindiran pedas dan meme lucu tapi menohok yang ditujukan kepada para anggota DPRD Blora.

Tagar #StopKunker dan #CashbackPejabat mendadak naik daun, seolah jadi panggung baru tempat rakyat meluapkan kejengkelan atas gaya hidup politik yang dianggap “lebih sering jalan-jalan ketimbang kerja.”

Namun di balik lelucon itu, tersimpan jeritan serius. Suara lantang datang dari Rival Alfian Esa Saputra, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang asal Blora, yang juga dikenal sebagai jurnalis muda yang vokal.

READ  Kurir Sabu Ditangkap di Cilacap, Polisi Amankan 1,94 Gram: Dijerat Pasal Berat, Terancam 20 Tahun Penjara

“Sindiran publik bukan lelucon, tapi jeritan nurani rakyat yang lelah dengan sandiwara politik,” tegas Rival, Rabu (12/11/2025).

Ia menilai, ramainya unggahan bernada sindiran terhadap DPRD di media sosial adalah bentuk kontrol sosial sah dalam demokrasi.

READ  Wali Kota Salatiga Hadiri Merti Dusun Sendang Gambir: Merawat Tradisi, Menyatukan Generasi

“Alih-alih tersinggung, DPRD seharusnya bercermin. Jangan-jangan yang disindir benar-benar terjadi,” tambahnya dengan nada tajam.

Menurut Rival, pesan viral seperti “Stop kunker, narsum, jual beli pokir, cashback!!” bukan sekadar guyonan warung kopi, tapi peringatan keras dari rakyat yang jenuh terhadap oknum pejabat yang lebih sibuk memoles citra daripada memperjuangkan nasib rakyat.

Lebih lanjut, Rival menyampaikan tiga pesan moral yang kini jadi sorotan publik:

READ  Inovasi Guru Semarang: Mini Riset STEAM PERISEMAR Cetak Siswa Kritis, Peduli Lingkungan, dan Kolaboratif

1. DPRD harus kembali pada fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Bukan “wisata kerja.”

2. Komunikasi publik harus transparan dan terbuka, biar rakyat tahu ke mana arah kebijakan dan uang mereka mengalir.

3. Mahasiswa siap berdiri di garda depan, mengawal amanah rakyat agar kekuasaan tidak melenceng jadi alat pribadi.

READ  Kapolres Simalungun Lepas Pasukan Kirab Pembawa Api PON XXI Aceh-Sumut 2024 Menuju Pematangsiantar

Tak berhenti di situ, Rival juga menyebut nama Mat Tohek, alias Lilik Yuliantoro, aktivis nasional asal Blora yang kerap turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat kecil.

“Mat Tohek itu simbol rakyat marah yang tetap santun. Suaranya keras, tapi pesannya tulus: rakyat butuh kejujuran, bukan drama politik,” ujar Rival.

READ  Istri Letjen TNI Widi Prasetijono Disorot Publik: Akui Terima Aliran Dana Miliaran di Sidang Tipikor Semarang

Gelombang kritik ini kini seperti bola salju — semakin besar dan tak terbendung.

Dari status Facebook hingga grup WhatsApp warga, nama DPRD Blora jadi bahan gosip politik paling panas minggu ini.

Publik menilai, saatnya DPRD berhenti bersandiwara dan mulai menunjukkan kerja nyata. Karena kalau terus diam, bisa-bisa sindiran rakyat berubah jadi gelombang aksi nyata.

“Jangan tunggu rakyat turun ke jalan. Dengarlah dulu suara hati mereka yang sudah lama diam tapi kini mulai bersuara,” tutup Rival dengan nada tegas.

Laporan: iskandar

Berita Terkait

Kadis Beni Sinumba Hadiri Penutupan Lomba Pemazmur 2025, Pastor Sampaikan “Curhat” Mengenai Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Negeri
Oknum Penyidik Polres Batang Diduga Arogan dan Tidak Profesional, Kuasa Hukum Lapor ke Propam: Publik Tunggu Sikap Kapolres
Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan Banyumas, Tiga Advokat Dilaporkan ke Polresta
Keluarga Besar PUJAKETARUB Safari Jumat Berkah, Berikan Ratusan Paket Bantuan Kepada Para Korban Banjir 
Kades Geneng Kembali Goncang Jadi Sorotan Publik. Berupaya Untuk Menghindar Dasar Hukum Pungutan Liar PTSL 2018.
Imperial Digital Printing Hadirkan Pengalaman Cetak Tanpa Batas Waktu dengan Teknologi Warna Premium
Film Bandit Resmi Meluncur di JAFF 2025: Thriller-Kriminal berlatar Bali yang Siap Guncang Layar Lebar
Pencairan Dana Desa Mandek, Paguyuban Kades Randublatung Blora Protes Keras, Pemdes Dibenturkan dengan Warga

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 00:44 WIB

Kadis Beni Sinumba Hadiri Penutupan Lomba Pemazmur 2025, Pastor Sampaikan “Curhat” Mengenai Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Negeri

Sabtu, 6 Desember 2025 - 22:22 WIB

Oknum Penyidik Polres Batang Diduga Arogan dan Tidak Profesional, Kuasa Hukum Lapor ke Propam: Publik Tunggu Sikap Kapolres

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:38 WIB

Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan Banyumas, Tiga Advokat Dilaporkan ke Polresta

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:52 WIB

Keluarga Besar PUJAKETARUB Safari Jumat Berkah, Berikan Ratusan Paket Bantuan Kepada Para Korban Banjir 

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:15 WIB

Kades Geneng Kembali Goncang Jadi Sorotan Publik. Berupaya Untuk Menghindar Dasar Hukum Pungutan Liar PTSL 2018.

Kamis, 4 Desember 2025 - 16:30 WIB

Film Bandit Resmi Meluncur di JAFF 2025: Thriller-Kriminal berlatar Bali yang Siap Guncang Layar Lebar

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:01 WIB

Pencairan Dana Desa Mandek, Paguyuban Kades Randublatung Blora Protes Keras, Pemdes Dibenturkan dengan Warga

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:41 WIB

Geger, Ajakan Menikah di tolak Gadis di Cilacap Dibunuh Sang Pacar

Berita Terbaru

Foto istimewa

hukum kriminal & tipikor

Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan Banyumas, Tiga Advokat Dilaporkan ke Polresta

Jumat, 5 Des 2025 - 22:38 WIB