Anggota DPRD Jepara & YAIS Ajak Petani Membuat Sistem Demplot

- Kontributor

Senin, 3 April 2023 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara, PortalIndonesiaNews.netYayasan Anugerah Insan Sejati di dampingi Zumaroh, S.Pd selaku Anggota DPRD dari Komisi B Kab. Jepara memberikan arahan mengenai pentingnya pupuk organik serta mengajak para petani di Desa Bugo dan Desa Welahan Kec Welahan Kab Jepara untuk menggunakan pupuk organik sebagai langkah solusi  menjawab  kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi dewasa ini. Minggu (02/04/2023) kemarin.
Diawali dengan pembuatan demplot tanaman padi pada musim tanam ke dua yang berlokasi di desa Bugo dengan luas lahan kurang lebih 900m2 dan desa Welahan dengan luas lahan 4800m2.
Dengan adanya demplot tersebut, mengajak para petani di Desa Welahan dan Desa Bugo untuk belajar bagaimana cara membuat dan menggunakan pupuk organik mulai dari pengolahan tanah , perawatan hingga panen.
Hal ini ditempuh, mengingat para petani di kedua desa tersebut kesulitan mendapatkan pupuk urea dan NPK dari program pupuk subsidi.
Sedangkan pupuk non subsidi dirasa sangat mahal oleh mereka. Akibatnya petani banyak yang merugi dan gagal panen.
Oleh karena itu Yayasan Anugerah Insan Sejati ( Akta notaris No. 08 tanggal 16/02/2023 dan Nomor AHU-0002953.AH.01.04 Tahun 2023) yang salah satu programnya mengenai ketahanan pangan didampingi Zumaroh S.Pd Anggota Dewan komisi B Kab. Jepara mengajak para petani di kedua desa tersebut beralih pada pupuk organik.
Bahan bahan pupuk organik relatif lebih mudah dan murah. Bahan bahan tersebut dapat diambil dari sekitar lahan pertanian mereka.
Termasuk pupuk kandang yang banyak tersedia di peliharaan ternak mereka.
Dengan beralih menggunakan  pupuk organik tersebut dapat mengembalikan unsur hara sehingga lambat laun mengembalikan kesuburan tanah.
Hasil panen lebih aman bagi kesehatan.
Harga jual padinya juga lebih tinggi dibanding menggunakan pupuk kimia.
Dengan demikian tingkat kesejahteraan para petani  dapat terangkat kembali.
(M Susanto)
PT. Portal Indonesia News Grup
READ  Kades Tolong Transparansi Atas Penggunaan Dana RST Desa Kenteng

Berita Terkait

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  
Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  
Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan
BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  
Ternyata! Dugaan Keterlibatan Bayan Gandu dalam Paguyuban Sumur Minyak Ilegal Kian Menguat, Publik Desak Transparansi  
Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo
GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori
Momen Langka! Kapolrestabes Semarang Lama dan Baru Bersatu, Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Wali Kota Turut Hadir  

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 22:50 WIB

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  

Jumat, 10 April 2026 - 21:40 WIB

Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  

Jumat, 10 April 2026 - 11:22 WIB

Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan

Rabu, 8 April 2026 - 23:03 WIB

BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  

Rabu, 8 April 2026 - 21:07 WIB

Ternyata! Dugaan Keterlibatan Bayan Gandu dalam Paguyuban Sumur Minyak Ilegal Kian Menguat, Publik Desak Transparansi  

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Minggu, 5 April 2026 - 16:42 WIB

Momen Langka! Kapolrestabes Semarang Lama dan Baru Bersatu, Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Wali Kota Turut Hadir  

Sabtu, 4 April 2026 - 17:10 WIB

Bongkar Kejahatan Subsidi! Mafia Gas di Karanganyar Raup Omzet Miliaran, Isi Tabung Dikerok, Warga Jadi Korban  

Berita Terbaru