Warga Nglebak Bergerak, SavePeyek Jadi Simbol Perjuangan Mencari Keadilan

Avatar photo

- Kontributor

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA | PortalindonesiaNews.net – Dari sebuah desa di ujung timur Kabupaten Blora, gelombang solidaritas terus membesar. Tagar #SavePeyek kini menggema di tengah masyarakat sebagai simbol harapan agar proses hukum terhadap Carik Desa Nglebak, Mariyono alias Peyek, berjalan secara adil, transparan, dan berdasarkan fakta.

Jumat (26/6/2026), dukungan warga kembali mengalir. Mereka menegaskan bahwa perkara yang menjerat Mariyono bukan hanya menyangkut satu orang perangkat desa, tetapi juga menyentuh nilai gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat pedesaan.

Mariyono saat ini berstatus tersangka setelah ditetapkan oleh GAKUM Kehutanan atas laporan dari pengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UGM. Penyidik menduga adanya pembukaan lahan yang berkaitan dengan akses pengangkutan tebu ilegal dan mengaitkannya dengan dugaan praktik yang disebut sebagai “mafia tebu”.

READ  Soft Opening Gianti: Destinasi Fine Dining Indonesian Food Terbaru di Yogyakarta, Sajikan Perjalanan Rasa Nusantara dengan Sentuhan Modern

Namun narasi itu dibantah warga Desa Nglebak.

Menurut mereka, Mariyono hanya menjalankan amanah masyarakat sebagai koordinator gotong royong untuk memperbaiki jalan penghubung menuju wilayah Ngawi yang telah lama rusak dan menjadi akses utama aktivitas warga.

“Pak Peyek tidak membuka lahan hutan. Beliau hanya dipercaya mengoordinasikan warga memperbaiki jalan. Yang dikerjakan adalah memperbaiki badan jalan serta menormalisasi saluran air agar akses masyarakat kembali layak dilalui,” ujar sejumlah warga.

Warga menjelaskan seluruh biaya pembangunan berasal dari iuran dan swadaya masyarakat. Penggunaan alat berat, kata mereka, hanya difungsikan untuk memperbaiki badan jalan dan drainase, bukan membuka kawasan hutan sebagaimana dugaan yang berkembang.

READ  Ketapang Samosir Gelar Sosialisasi Keamanan PSAT

Dukungan juga datang dari sejumlah warga, di antaranya Kariadi, Briyan, Prastyo, Darso, Yudi, dan Guswanto. Mereka menyatakan siap memberikan keterangan di hadapan penyidik maupun pengadilan.

“Kami melihat langsung prosesnya. Tidak ada pembukaan lahan seperti yang dituduhkan. Yang ada hanyalah gotong royong memperbaiki jalan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” tegas mereka.

Gerakan. SavePeyek pun perlahan berkembang menjadi simbol solidaritas masyarakat yang berharap setiap proses penegakan hukum dilakukan secara objektif.

READ  Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual Di Salah Satu Ponpes Ungaran Tegas Mengatakan ini

Warga menegaskan mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun mereka berharap seluruh alat bukti, keterangan saksi, serta kondisi faktual di lapangan diperiksa secara menyeluruh sehingga putusan nantinya benar-benar mencerminkan rasa keadilan.

Masyarakat juga meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Blora, termasuk Bupati dan DPRD Kabupaten Blora, agar memberikan pendampingan serta memastikan hak-hak warga negara tetap terlindungi selama proses hukum berlangsung.

READ  Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Dugaan Makanan Kedaluwarsa di Bekasi

“Yang kami minta bukan intervensi terhadap aparat penegak hukum. Kami hanya berharap setiap warga memperoleh proses peradilan yang adil, objektif, dan menjunjung asas persamaan di hadapan hukum,” ungkap perwakilan warga.

Bagi masyarakat Desa Nglebak, perkara ini menjadi ujian tentang bagaimana hukum hadir di tengah semangat gotong royong warga yang berupaya memperbaiki fasilitas umum secara swadaya.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada proses persidangan. Warga berharap perbedaan pandangan antara aparat penegak hukum dan masyarakat dapat diuji secara terbuka melalui mekanisme peradilan, sehingga kebenaran terungkap berdasarkan pembuktian yang utuh, bukan sekadar asumsi atau perbedaan narasi.

Red : Time

Berita Terkait

Masyarakat Bandungan Tumplek Bleg! Sedekah Bumi 2026 Berlangsung Meriah, Usung Semangat “D’Gawe Ambyar Bersemi”
Dari Angkringan Menjadi Destinasi Wisata Kuliner dan Seni Budaya: Laras Asri Warungboto Resmi Dirikan Sanggar Seni Tari
HUT KOTA SALATIGA KE-1276 GELAR DJ CHALLENGE, PENDAFTARAN GRATIS!  
Agrowisata Jadi Strategi Unggulan Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Optimalisasi Tanah Kalurahan
Kapolda Jateng Pimpin Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tegal, Hampir Seribu Warga Nikmati Layanan Gratis
PKP Jateng-DIY Bentuk Tim Monitoring MBG, Siap Bongkar Dugaan Pungli dan Penyimpangan di Dapur-Dapur Program Negara
GUS FAHIM TURUN LANGSUNG KE KRADENAN, SIAP BIAYAI PENDIDIKAN PUTRI ALMARHUMAH HINGGA GRATIS
Setelah Kasus Tambak Udang Batang, Kini Pengurugan Sawah Kebumen Jadi Sorotan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Nglebak Bergerak, SavePeyek Jadi Simbol Perjuangan Mencari Keadilan

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:38 WIB

Masyarakat Bandungan Tumplek Bleg! Sedekah Bumi 2026 Berlangsung Meriah, Usung Semangat “D’Gawe Ambyar Bersemi”

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:18 WIB

Dari Angkringan Menjadi Destinasi Wisata Kuliner dan Seni Budaya: Laras Asri Warungboto Resmi Dirikan Sanggar Seni Tari

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:02 WIB

HUT KOTA SALATIGA KE-1276 GELAR DJ CHALLENGE, PENDAFTARAN GRATIS!  

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:04 WIB

Agrowisata Jadi Strategi Unggulan Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Optimalisasi Tanah Kalurahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:01 WIB

PKP Jateng-DIY Bentuk Tim Monitoring MBG, Siap Bongkar Dugaan Pungli dan Penyimpangan di Dapur-Dapur Program Negara

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:55 WIB

GUS FAHIM TURUN LANGSUNG KE KRADENAN, SIAP BIAYAI PENDIDIKAN PUTRI ALMARHUMAH HINGGA GRATIS

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:10 WIB

Setelah Kasus Tambak Udang Batang, Kini Pengurugan Sawah Kebumen Jadi Sorotan

Berita Terbaru