BANTUL | Portalindonesianews.Net – Di tengah gempuran modernisasi, upaya pelestarian senjata tradisional asli Nusantara tetap terjaga di tangan para perajin yang berdedikasi. Salah satunya adalah Bapak Parijan, seorang perajin keris kawakan yang berlokasi di Banyusumurup, RT 04, Girirejo, Imogiri, Bantul.
Parijan mengaku telah menggeluti dunia kerajinan keris selama hampir 25 tahun. Keahlian ini merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya yang sudah ditekuni sejak tahun 1986. “Ini terusan dari keluarga, dari simbah (kakek), bapak, terus ke saya,” ujarnya.
Fungsi Keris di Era Modern
Menanggapi pandangan masyarakat yang sering mengaitkan keris dengan hal mistis, Parijan memberikan sudut pandang yang lebih mendalam. Menurutnya, keris memiliki nilai fungsional dan filosofis yang tinggi:
Identitas Diri: Keris merupakan simbol kepribadian pemiliknya.
Simbol Adat: Menjadi bagian tak terpisahkan dalam upacara dan tradisi.
Karya Seni: Kini keris banyak diminati sebagai barang koleksi dan hiasan.
Pelestarian Budaya: Fokus utamanya adalah menjaga warisan adiluhung agar tidak punah atau diklaim pihak lain.

Kiprah Digital dan Organisasi
Meski memegang teguh tradisi, usaha Parijan Keris tetap beradaptasi dengan zaman. Produknya kini dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Lokasi bengkel kerjanya pun sudah terdaftar di Google Maps untuk memudahkan para kolektor berkunjung langsung ke Banyusumurup.
Kesibukan Parijan tidak hanya di bengkel keris. Beliau juga aktif memegang peran penting di masyarakat, antara lain sebagai:
Ketua Paguyuban Pamorsuminar (Paguyuban Kerajinan Keris).
Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.
Karyawan di instansi setempat.
Harapan untuk Regenerasi
Parijan menaruh harapan besar pada generasi muda agar mau mengenal dan mencintai budaya sendiri. Beliau menekankan pentingnya regenerasi agar ilmu pembuatan keris tidak hilang ditelan waktu. “Jangan sampai kita ketinggalan, apalagi sampai budaya kita punah. Sayang kalau tidak dilestarikan,” pungkasnya.
Laporan: Slamet






