Swasembada Pangan vs Realita Desa: Kios Pupuk Subsidi Banjarparakan Tutup Berbulan-bulan

Avatar photo

- Kontributor

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto petani dengan kelompok tani  di kantor Desa, Serta Hadir Hartono ketua gapoktan saat ditemui

Poto petani dengan kelompok tani di kantor Desa, Serta Hadir Hartono ketua gapoktan saat ditemui

BANYUMAS | PortalIndonesiaNews.Net — Penutupan kios pupuk subsidi di Desa Banjarparakan sejak akhir tahun 2025 hingga kini menyisakan keresahan mendalam di kalangan petani. Hingga awal 2026, kios tersebut masih kosong, memaksa petani menebus pupuk subsidi ke desa lain yang jaraknya cukup jauh dan berisiko.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah petani karena tingginya biaya operasional serta bahaya di perjalanan. Jalur yang harus dilalui dikenal padat lalu lintas, terutama kendaraan besar seperti bus antarkota, sehingga membahayakan keselamatan petani yang membawa pupuk.

Hartono, Ketua Gapoktan Karyo Mulyo Desa Banjarparakan yang membawahi empat kelompok tani, menyampaikan harapannya agar kios pupuk subsidi segera dibuka kembali di desanya.

READ  DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

“Kami sangat berharap kios pupuk subsidi kembali ada di Desa Banjarparakan. Pengambilan ke desa lain terlalu jauh, biaya dan waktu jadi besar. Apalagi sebentar lagi memasuki musim panen dan kemungkinan masa tanam akhir Maret,” ungkap Hartono.

Keluhan serupa juga disampaikan Sukamto, Ketua Kelompok Tani Karyo Mulyo 2. Ia bahkan menyatakan kesiapannya membantu sementara dengan menebus pupuk subsidi dari kios desa lain demi meringankan beban petani Banjarparakan.

READ  Nekat! Kios Pupuk UD Barokah Diduga Jual Pupuk Subsidi di Atas HET dan Keluar Wilayah Meski Sudah Pernah Disanksi

“Kalau memang kios di desa kami belum dibuka, saya siap membantu menebus pupuk subsidi dari kios lain agar petani tidak terlalu jauh. Asal petani setuju, saya siap membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarparakan, Budi Widianto, SE, saat ditemui di ruang kerjanya menegaskan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah berupaya sebelum kios tersebut ditutup.

“Kami dari pemerintah desa sudah lebih dulu mengurus izin kios pupuk subsidi. Rencananya bisa melalui Koperasi Merah Putih atau BUMDes, tinggal dipilih mana yang paling baik,” jelasnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah desa agar distribusi pupuk subsidi kembali melalui desa demi memudahkan petani.

READ  Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Puluhan Difabel di Cilacap Dilatih Bikin Souvenir dari Gedebog Pisang

“Kami berkomitmen pupuk subsidi harus mudah diakses petani. Presiden Prabowo menekankan swasembada pangan, maka pupuk sebagai faktor utama produksi mestinya mudah didapatkan petani,” pungkasnya.

Kini, petani Banjarparakan hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terkait agar kios pupuk subsidi segera beroperasi kembali. Ketersediaan pupuk yang dekat, aman, dan terjangkau dinilai menjadi kunci keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan desa.

 

Laporan: Afison Manik

Berita Terkait

Trotoar”Berubah Wujud” Jadi Tempat Parkir, DPUPR Batang Ingatkan Indomaret Fresh: Uang Rakyat Bukan Buat Halaman Toko!  
Kapolrestabes Semarang Buka E-Sport Cup: Polisi Masuk “Laga”, Musuh Bukan Penjahat Tapi Lawan di Land of Dawn!
Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut
Warga Panik Kabel Listrik Terbakar Di Permukiman Gabahan, Respons Cepat Bhabinkamtibmas Dan PLN Cegah Kebakaran
Dituntut 1 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Muhammad Farchan Lie, John L Situmorang: Banyak Bukti Yang Diabaikan, Kami Akan Ungkapkan Secara Lengkap Dalam Plaidoi Nanti !!!
Disnaker Sumut Perketat Pengawasan Terhadap PT EPI, Perusahaan Janji Perbaiki Upah Pekerja
PSYFORTY 2026, Di Taman Indonesia Kaya, Berjalan Meriah dan Menghibur
Kunjungan Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ke Kecamatan Tuntang , Memberi Dampak Positif 

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:07 WIB

Trotoar”Berubah Wujud” Jadi Tempat Parkir, DPUPR Batang Ingatkan Indomaret Fresh: Uang Rakyat Bukan Buat Halaman Toko!  

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:39 WIB

Kapolrestabes Semarang Buka E-Sport Cup: Polisi Masuk “Laga”, Musuh Bukan Penjahat Tapi Lawan di Land of Dawn!

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:18 WIB

Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:32 WIB

Warga Panik Kabel Listrik Terbakar Di Permukiman Gabahan, Respons Cepat Bhabinkamtibmas Dan PLN Cegah Kebakaran

Senin, 25 Mei 2026 - 23:15 WIB

Dituntut 1 Tahun Penjara, Penasihat Hukum Muhammad Farchan Lie, John L Situmorang: Banyak Bukti Yang Diabaikan, Kami Akan Ungkapkan Secara Lengkap Dalam Plaidoi Nanti !!!

Senin, 25 Mei 2026 - 19:41 WIB

PSYFORTY 2026, Di Taman Indonesia Kaya, Berjalan Meriah dan Menghibur

Senin, 25 Mei 2026 - 18:02 WIB

Kunjungan Menteri Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ke Kecamatan Tuntang , Memberi Dampak Positif 

Senin, 25 Mei 2026 - 17:14 WIB

SIDANG TUNTUTAN KASUS MFL: JAKSA MINTA 1 TAHUN PENJARA, ADVOKAT KRITIK PROSEDUR DAN SISTEM TRANSFER

Berita Terbaru