Dugaan Penyimpangan Rokok Cukai Resmi: Fakta dan Perbedaan Cukai Rokok Filter vs Kretek

Avatar photo

- Kontributor

Selasa, 2 September 2025 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

SEMARANG – PortalIndonesiaNews.Net | Rokok bercukai resmi selama ini dianggap aman dari praktik ilegal. Namun, sejumlah temuan menunjukkan adanya penyimpangan di balik peredaran rokok yang sebenarnya sah secara hukum. Fakta menarik lainnya, perbedaan tarif cukai antara rokok kretek dan rokok filter justru membuka celah bagi oknum industri untuk melakukan manipulasi.

Fakta Perbedaan Cukai Rokok Filter dan Kretek

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menetapkan tarif cukai berbeda untuk jenis rokok:

1. Rokok Kretek Tangan (SKT) – Cukai relatif lebih rendah karena dianggap produk padat karya dan melibatkan banyak tenaga kerja manual.

2. Rokok Kretek Mesin (SKM) – Tarif lebih tinggi dibanding SKT, namun masih di bawah rokok putih.

3. Rokok Putih/Filter (SPM) – Tarif cukai paling tinggi, dengan alasan kandungan nikotin yang lebih kuat serta konsumsi dominan kelas menengah ke atas.

Perbedaan tarif inilah yang menjadi titik rawan penyimpangan, karena pabrikan bisa “memainkan” klasifikasi produk untuk menekan biaya cukai.

READ  Nekat! Kios Pupuk UD Barokah Diduga Jual Pupuk Subsidi di Atas HET dan Keluar Wilayah Meski Sudah Pernah Disanksi

Dugaan Penyimpangan di Lapangan

Berdasarkan penelusuran beberapa sumber internal industri, terdapat beberapa modus yang belum banyak diketahui publik:

Pengelabuan jenis rokok: Rokok filter diproduksi dan dikemas menyerupai kretek untuk mendapatkan tarif cukai lebih rendah.

Pencampuran bahan baku: Beberapa pabrik mencampur tembakau filter dengan cengkeh dalam kadar sangat minim, lalu melabelinya sebagai “kretek mesin” agar bisa menghindari tarif tinggi.

Distribusi silang: Produk resmi bercukai filter dijual dengan harga mendekati kretek, memicu persaingan tidak sehat antar merek.

READ  Saling Bertentangan: Bupati Blora Sebut Ada Backing di Balik Sumur Ilegal, Kapolres Bantah, Publik Bertanya-Tanya: Siapa yang Menutupi Fakta?

Manipulasi pita cukai: Ada dugaan pita cukai kretek ditempel pada produk filter, sehingga secara dokumen terlihat legal, namun sesungguhnya menyalahi klasifikasi.

READ  Kasus YY, YD & ARF: Bantahan MRN Picu Polemik, Publik Kecam Dugaan Pemerasan Berkedok Janji Bebaskan Perkara

Fenomena di Jawa Tengah dan DIY

Temuan paling mencolok justru banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di wilayah ini, beredar luas rokok bercukai resmi yang berlabel kretek, namun setelah dibuka isinya ternyata rokok filter atau mild.

Praktik ini dilakukan dengan cara menempelkan pita cukai kretek pada produk rokok mild yang seharusnya terkena tarif lebih tinggi. Dengan begitu, harga jual bisa ditekan lebih murah dan tampak legal di pasaran. Fenomena ini kerap ditemukan di kios-kios kecil hingga pasar tradisional, sehingga sulit ditelusuri oleh aparat karena kemasannya resmi ber-cukai.

READ  Antisipasi Kerawanan Di Bulan Ramadhan Polres Semarang Tingkatkan Patroli

Lebih jauh, beredar dugaan kuat bahwa praktik ini tidak mungkin berdiri sendiri. Ada kemungkinan sebagian produsen rokok bermain dengan oknum pihak cukai untuk meloloskan pita cukai yang tidak sesuai klasifikasi. Kolaborasi semacam ini membuat pengawasan di lapangan seolah longgar, sementara produk menyimpang tetap beredar luas tanpa hambatan.

READ  MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  

Kerugian Negara

Jika praktik ini benar terjadi, negara berpotensi kehilangan triliunan rupiah dari sektor cukai. Selain itu, persaingan industri menjadi tidak sehat karena pabrikan yang taat aturan kalah harga dengan pelaku yang melakukan penyimpangan.

READ  Peringati Hari kesadaran nasional, Kapolres Sampaikan Atensi Kapolda Jateng.

Tanggapan Awal

Sejumlah aktivis dari pasopati EKO/HK, menilai perbedaan tarif cukai memang perlu dikaji ulang. “Selama gap tarif terlalu jauh antara filter dan kretek, celah manipulasi akan selalu ada. Pemerintah harus segera memperketat pengawasan lapangan,” ujar seorang pengamat ekonomi tembakau.

READ  Kapolres Sampang Bungkam, DPO Bebas Hadiri Kondangan — Wartawan Korban Penganiayaan Teriakkan Keadilan!

Catatan Publik

Kasus ini menunjukkan bahwa rokok bercukai resmi tidak otomatis bebas dari praktik curang. Celah perbedaan tarif antara filter dan kretek bisa menjadi ladang permainan bagi sebagian pihak. Temuan di Jawa Tengah dan DIY memperkuat dugaan adanya praktik kolusi antara produsen dengan oknum pihak cukai. Transparansi dan pengawasan melekat sangat dibutuhkan agar penerimaan negara tidak terus bocor dan konsumen tidak tertipu oleh produk berlabel legal namun menyimpang.

(Laporan:Jhon)

Berita Terkait

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala
TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  
MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata
WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!
MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Rabu, 22 April 2026 - 18:21 WIB

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Sabtu, 18 April 2026 - 21:46 WIB

WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Sabtu, 18 April 2026 - 14:48 WIB

SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”

Berita Terbaru