“Kami ingin semua suara didengar. Petani adalah pihak yang merasakan langsung dampak kebijakan di lapangan. Karena itu mereka berhak menyampaikan kenyataan yang mereka alami,” tegasnya.
Menurut Exy, aksi tersebut bukan hanya soal tuntutan ekonomi semata, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan sektor pertanian yang menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.
Di tengah jalannya aksi, sejumlah mahasiswa turut menyampaikan kritik terhadap tata niaga gula nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada petani kecil. Mereka mendesak adanya pembenahan kebijakan agar petani memperoleh kepastian usaha dan perlindungan yang lebih kuat.

Tak hanya itu, para tokoh masyarakat yang hadir juga mengingatkan bahwa petani merupakan garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa. Oleh sebab itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian serius pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan.
Menariknya, meski diwarnai berbagai kritik keras, aksi berlangsung tertib dan kondusif. Massa secara bergantian menyampaikan pendapat tanpa insiden berarti. Tumpukan tebu yang sengaja dibawa ke lokasi aksi menjadi simbol nyata hasil kerja keras petani sekaligus gambaran perjuangan mereka yang selama ini merasa belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






