RIBUAN PETANI TUMPAHKAN TEBU DI DEPAN PG GMM! Mimbar Bebas Berubah Jadi Panggung Perlawanan dan Suara Rakyat

Avatar photo

- Kontributor

Senin, 1 Juni 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Aksi Ratusan Warga yang melakukan

Foto : Aksi Ratusan Warga yang melakukan

“Kami ingin semua suara didengar. Petani adalah pihak yang merasakan langsung dampak kebijakan di lapangan. Karena itu mereka berhak menyampaikan kenyataan yang mereka alami,” tegasnya.

READ  Coffee Morning CJS, Polres Tabanan Perkuat Sinergi Penegak Hukum Demi Keadilan Masyarakat

Menurut Exy, aksi tersebut bukan hanya soal tuntutan ekonomi semata, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan sektor pertanian yang menjadi penyangga ketahanan pangan nasional.

Di tengah jalannya aksi, sejumlah mahasiswa turut menyampaikan kritik terhadap tata niaga gula nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada petani kecil. Mereka mendesak adanya pembenahan kebijakan agar petani memperoleh kepastian usaha dan perlindungan yang lebih kuat.

Foto: Ketika Warga Antosias Semakin Banyak yang Datang

Tak hanya itu, para tokoh masyarakat yang hadir juga mengingatkan bahwa petani merupakan garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa. Oleh sebab itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian serius pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan.

READ  Di Balik Proyek Megahnya Bendungan Cabean: Kisah Sunyi Perjuangan di Todanan

Menariknya, meski diwarnai berbagai kritik keras, aksi berlangsung tertib dan kondusif. Massa secara bergantian menyampaikan pendapat tanpa insiden berarti. Tumpukan tebu yang sengaja dibawa ke lokasi aksi menjadi simbol nyata hasil kerja keras petani sekaligus gambaran perjuangan mereka yang selama ini merasa belum mendapatkan perhatian yang memadai.

Berita Terkait

Perindo Jateng Bangkit: Persatuan Jadi Kunci Strategi Pemenangan Pemilu 2029
HONO SEJATI TEGASKAN KONSOLIDASI MENUJU PEMILU 2029, MUSCAB HANURA KOTA PEKALONGAN TETAPKAN HM BOWO LAKSONO SECARA AKLAMASI
MERAYAKAN 1 JUNI : Pancasila, Rumah Bersama Ragam Bangsa dan Jiwa Agama
HEBOH DI BATANG! Dugaan Penyegelan Rumah Warga Tanpa Putusan Pengadilan Picu Sorotan, Kuasa Hukum Mengaku Diintimidasi
Antisipasi Tawuran dan balap liar, Polrestabes Semarang kerahkan 760 personel dalam razia skala besar
Seorang Pria Asal Kalimantan Barat, Terpeleset Dari Gedung Lantai 2 Lawang Sewu Semarang
DUGAAN WANPRESTASI DAN PENYIMPANGAN DOKUMEN TEKNIS TAMBANG DI DESA DELIK MENGEMUKA, DPP RPK-RI MINTA SIPB DITINJAU ULANG
REFORMASI PENDIDIKAN : China Menutup Ratusan Program Studi di Perguruan Tinggi.

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:29 WIB

RIBUAN PETANI TUMPAHKAN TEBU DI DEPAN PG GMM! Mimbar Bebas Berubah Jadi Panggung Perlawanan dan Suara Rakyat

Senin, 1 Juni 2026 - 14:17 WIB

Perindo Jateng Bangkit: Persatuan Jadi Kunci Strategi Pemenangan Pemilu 2029

Senin, 1 Juni 2026 - 13:10 WIB

HONO SEJATI TEGASKAN KONSOLIDASI MENUJU PEMILU 2029, MUSCAB HANURA KOTA PEKALONGAN TETAPKAN HM BOWO LAKSONO SECARA AKLAMASI

Senin, 1 Juni 2026 - 10:46 WIB

MERAYAKAN 1 JUNI : Pancasila, Rumah Bersama Ragam Bangsa dan Jiwa Agama

Senin, 1 Juni 2026 - 07:32 WIB

HEBOH DI BATANG! Dugaan Penyegelan Rumah Warga Tanpa Putusan Pengadilan Picu Sorotan, Kuasa Hukum Mengaku Diintimidasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:43 WIB

Seorang Pria Asal Kalimantan Barat, Terpeleset Dari Gedung Lantai 2 Lawang Sewu Semarang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:39 WIB

DUGAAN WANPRESTASI DAN PENYIMPANGAN DOKUMEN TEKNIS TAMBANG DI DESA DELIK MENGEMUKA, DPP RPK-RI MINTA SIPB DITINJAU ULANG

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:10 WIB

REFORMASI PENDIDIKAN : China Menutup Ratusan Program Studi di Perguruan Tinggi.

Berita Terbaru