Maraknya Kehidupan Café dan Dunia Musik Malam di Salatiga, LCKI Angkat Bicara

- Kontributor

Selasa, 3 September 2024 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Portalindonesianews.net
– Salatiga
– Kehidupan malam di Kota Salatiga, Jawa Tengah, semakin semarak dengan menjamurnya café-café dan dunia musik malam yang menjadi pilihan hiburan bagi berbagai kalangan, baik tua maupun muda. Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) cabang Kota Salatiga turut angkat bicara mengenai fenomena ini, mengingat peran pentingnya dalam dinamika sosial dan ekonomi kota yang dikenal sebagai “Indonesia mini” ini.

Salatiga, yang sering dijuluki sebagai kota dengan toleransi tinggi, terkenal dengan keramah-tamahannya dan keberagaman penduduknya. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah, seperti dari UKSW, UIN, dan perguruan tinggi lainnya, membuat kota ini hidup sepanjang hari, termasuk pada malam hari. Café-café di Salatiga pun menawarkan berbagai kuliner yang disertai dengan hiburan musik dari band-band lokal, menambah semarak suasana malam di kota sejuk ini.

READ  Komunitas Cilacap American Jeep Bagi-bagi Ratusan Paket Sembako Gratis

LCKI Salatiga menyatakan bahwa dengan berbagai aktivitas yang ada, pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata, perlu memberikan perhatian khusus dalam pembinaan dan pengawasan terhadap café-café yang ada. Mereka menyarankan agar pemerintah tidak hanya mengontrol, tetapi juga memberikan dukungan, seperti bantuan modal lunak, agar café-café tersebut terus berkembang dan menjadi aset pemerintah kota.

Namun, LCKI juga mengingatkan tentang potensi risiko yang mungkin timbul, mengingat kasus-kasus seperti konsumsi minuman keras oplosan dan peredaran narkoba di kalangan anak muda. Oleh karena itu, LCKI menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan di tempat-tempat hiburan malam, serta penegakan peraturan daerah terkait minuman keras dan perizinan café.

READ  Warga Desak Penetapan Tersangka, KPK Pastikan Kasus Suap Sudewo Masih Berjalan

Tim investigasi LCKI telah mencatat beberapa café yang menjadi tempat favorit warga Salatiga, seperti Café Ole, Kolega Café, Balung Gajah Café, Malibu Café, Kopi Vally, Jati Londo Café, Langit Senja Café, dan masih banyak lagi. Menurut LCKI, tumbuh kembangnya café-café dan band-band lokal ini bukan hanya menjadi tempat untuk bersantai dan berdiskusi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyeimbangkan hidup di tengah kesibukan sehari-hari.

LCKI juga mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk mendukung dan melestarikan budaya kuliner dan hiburan malam yang sudah ada. Mereka menyarankan agar dibentuk wadah paguyuban untuk para pelaku musik dan pengusaha café, guna memudahkan pengawasan dan pembinaan, serta mencegah pelanggaran hukum.

READ  Balita Tewas Dianiaya Selingkuhan Ibu di Cilacap, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap dan Motif Sadis Pelaku

Grup band yang terpantau oleh LCKI antara lain Blue Sky Band, RNE Akustik, FTC Band, SGP Band, Kolega Band, Rendkustik, Home Band, ADC Band, Hati Gembira Band, Sawung Swara, Speak Plues Band, dan The JAB Jack Acoustique Band. Kreativitas para musisi ini, baik yang muda maupun yang tua, selalu membawa semangat dalam setiap penampilannya, menghibur pengunjung café dari jam 18.00 hingga 23.00.

Semoga dengan dukungan yang ada, dunia café dan musik malam di Salatiga semakin berkembang dan terus mewarnai kehidupan kota ini, memberikan hiburan yang berkualitas bagi warga dan tamu dari luar kota.

(redaksi/M.Hanafi)

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?
Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli
Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah
Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu
Puncak Grand Opening Imperial Digital Printing: Mengusung Kreativitas Tanpa Batas Lewat Teknologi Cetak Terbaru
SKANDAL KEAMANAN: PT Mulya Jati Utami Tegal Diduga Bodong, Kok Bisa Dipakai Instansi Pemerintah?  
Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal
Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 01:08 WIB

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:42 WIB

Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:24 WIB

Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:09 WIB

Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:24 WIB

Puncak Grand Opening Imperial Digital Printing: Mengusung Kreativitas Tanpa Batas Lewat Teknologi Cetak Terbaru

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:06 WIB

Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:37 WIB

Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:17 WIB

SDN 1 Samirono Jadi Pusat Inspirasi: Siswa SMA Plus Islamic Village Tangerang Gelar Aksi Mengajar dan Kompetisi Kreatif

Berita Terbaru