BREBES |PortalindonesiaNews.Net – Suasana Kawasan Perkantoran Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes mendadak lebih ramai dari biasanya, Selasa siang. Bukan karena bazar murah atau konser dangdut, melainkan Aksi Demo Aliansi Buruh Brebes Bersatu yang menuntut kenaikan UMSK dengan penuh semangat… dan sedikit humor di lapangan.
Sekitar 1.500 buruh dari tiga serikat pekerja—KSBSI, SPSI, dan SPSI (iya, dua SPSI tapi tetap kompak)—turun ke jalan membawa spanduk, poster, dan suara lantang yang kadang lebih keras dari klakson truk pantura.
Mereka satu suara:
UMSK layak untuk kesejahteraan buruh Brebes!
Target? Rp 3,5 juta per bulan.
Sementara itu, Dewan Pengupahan Kabupaten Brebes sebelumnya telah menyepakati UMK sebesar Rp 2.400.350,47. Angka yang membuat buruh spontan menghitung ulang sambil menggaruk kepala, “Itu cukup buat sebulan… asal sebulannya cuma 10 hari.”
Aksi siang itu berlangsung cukup meriah. Ada orasi serius, ada juga celetukan yang bikin sesama buruh tersenyum getir. Beberapa peserta bahkan bercanda, “Kalau UMSK naik, kami janji demo berikutnya pakai baju baru!”
Perwakilan buruh akhirnya ditemui langsung oleh Asisten I Sekda Brebes, Kepala Disprinaker Kabupaten Brebes, Bapak Abdul Majid, serta Kabid Tenaga Kerja Bapak Irfan. Dialog berlangsung tertib, meski ekspresi buruh tetap antara berharap dan waswas—mirip nunggu THR.
Sementara itu, pengamanan dilakukan oleh personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub Kabupaten Brebes. Mereka siaga penuh, meski suasana relatif kondusif. Bahkan ada petugas yang tampak ikut senyum-senyum mendengar yel-yel buruh yang kreatif.
Hingga aksi berakhir, tuntutan UMSK Rp 3,5 juta masih menggantung di udara Brebes. Namun satu hal pasti:
Buruh pulang dengan suara serak, spanduk lelah, dan harapan yang belum digaji.
Demonstrasi usai, tawa tipis tetap tersisa. Karena bagi buruh Brebes, memperjuangkan upah layak itu serius—tapi kalau bisa sambil lucu, kenapa tidak?
Laporan : Reza






