BANDUNGAN|PortalindonesiaNews.Net – Ribuan masyarakat memadati kawasan Bandungan untuk mengikuti rangkaian Sedekah Bumi Bandungan 2026 yang berlangsung meriah. Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini kembali menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil bumi, kesehatan, serta kerukunan masyarakat.
Mengusung tema “D’Gawe Ambyar Bersemi”, perayaan tahun ini memiliki makna mendalam. “Ambyar” bukan dimaknai sebagai perpecahan, melainkan menjadi pengingat agar masyarakat tetap bersatu, sementara kata “Bersemi” menjadi harapan agar generasi muda Bandungan terus tumbuh, berkembang, dan mampu melestarikan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.
Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Jawa sebagai simbol rasa syukur atas kesuburan tanah, hasil pertanian, sumber daya alam, kelancaran usaha, hingga kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis. Di Bandungan, tradisi ini terus dijaga dan dikemas lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai sakral yang menjadi ruh dari upacara adat tersebut.
Rangkaian kegiatan tahun ini diawali dengan Tasyakuran Malam 1 Suro/1 Muharam, dilanjutkan Susukwangan atau kerja bakti membersihkan sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat, kemudian Kurab Air Prawito Suci, pertunjukan Wayang Kulit Sandosa yang memadukan seni tradisional dengan sentuhan modern, tasyakuran selamatan, hingga hiburan Musik Ambyar yang menghadirkan Ajeng Febria dan Sastra Akhisna.
Semarak budaya semakin terasa dengan Pentas Reyog yang ditampilkan secara rayonan oleh beberapa grup reyog. Sementara puncak acara akan digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, di Lapangan Mandiri Bandungan, dengan penampilan Grup Saleho Karya Budaya pimpinan Abah Lala serta dimeriahkan artis Lala Artila.
Lurah Bandungan, Edi Santoso, S.E., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Sedekah Bumi Bandungan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Semoga masyarakat Bandungan senantiasa diberikan kesehatan, keamanan, ketenteraman, hidup guyub rukun, serta dilimpahkan rezeki yang berkah.”
Sementara itu, Ketua Panitia, Trisumedi atau yang akrab disapa Trilondo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara.
“Puji syukur kepada Tuhan atas rahmat dan nikmat-Nya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada seluruh donatur, panitia, dan masyarakat Bandungan yang telah bergotong royong menyukseskan acara ini. Harapan kami, masyarakat Bandungan selalu diberi kesehatan, kekuatan, rezeki, kedamaian, serta tetap guyub rukun dalam menjaga dan nguri-uri seni budaya warisan leluhur agar terus hidup di kalangan generasi muda.”
Sedekah Bumi Bandungan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Bandungan kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan kreativitas dan perkembangan zaman.
“Bandungan JOS! Budayanya Lestari, Warganya Guyub, Tradisinya Tetap Berseri.”
Laporan: Saribun






