Bantul, Yogyakarta |PortalindonesiaNews.Net – Awal tahun diguyur semangat budaya dengan digelar Kepyakan Bale Kajenar, rangkaian acara seni tradisi bertema “Nedhak Laku Nuladha Ratu” di Dalem Bale Kajenar, Imogiri. Acara ini menjadi jembatan antara seniman, budayawan, dan masyarakat untuk mengakar kembali nilai-nilai luhur warisan Mataram, berlangsung selama sepekan mulai 3 Januari.
Dari 3 Januari, pengunjung dapat menyaksikan melukis on the spot dan pertunjukan musik keroncong yang merdu. Selanjutnya, 5–7 Januari, pentas akan dipenuhi dengan tarian dan musik tradisional Jawa: Reog, Jathilan, Karawitan, Tari Tradisional, dan Rodat yang memukau. Puncak acara pada 8 Januari akan memeriahkan Kirab Budaya, Reog Klasik, Kenduri Budaya, Kepyakan, Tari Srimpi, Macapat Geguritan, Dalang Anak, Sholawat, serta Karawitan untuk anak dan dewasa. Acara ditutup dengan pagelaran Wayang Babad lakon “Wahyu Siti Wangi” oleh Ki Udreka Hadi Swasana.
Gelaran ini diselenggarakan secara gotong royong oleh Bale Kajenar bersama mitra budaya, antara lain KKL Jurusan Pedalangan ISI Yogyakarta, Yayasan Warisan Budaya Mataram Plencing, BPCB Imogiri, Plencing Raya, dan BPM. Kolaborasi ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka ruang regenerasi bagi seniman muda.
Terletak di kawasan Imogiri yang kaya akan nilai spiritual dan budaya, Dalem Bale Kajenar menawarkan suasana heritage yang kental dengan arsitektur tradisional, membuat pengunjung merasakan keaslian pertunjukan dan jejak sejarah Mataram.
“Kami berharap acara ini dapat membuat generasi muda lebih mencintai warisan budaya sendiri,” ujar salah satu penyelenggara.(Laporan: Slamet)






