Skandal BRI Kebumen: Sertifikat Jaminan Taripan Diduga Dijual ke Cukong, Debitur Dimiskinkan

Avatar photo

- Kontributor

Minggu, 14 September 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : petugas BRI yang sempat Bisitegang kepada, Ketua LPKSM Krisna Cakra Nusantara, Sugiyono SH, dan jurnalis yang hendak meliput namun dilarang. Serta bukti pembayaran penadah alias cukong yang membawa sertifikat tersebut.

Foto : petugas BRI yang sempat Bisitegang kepada, Ketua LPKSM Krisna Cakra Nusantara, Sugiyono SH, dan jurnalis yang hendak meliput namun dilarang. Serta bukti pembayaran penadah alias cukong yang membawa sertifikat tersebut.

Kebumen | PortalIndonesiaNews.Net – Ironis. Bank yang seharusnya menjadi penopang ekonomi rakyat kecil justru diduga menjadi mesin pemiskinan. Kisah pilu dialami Taripan, warga Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kebumen. Alih-alih mendapat keringanan lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Taripan justru terjerat utang mencekik, kehilangan sertifikat rumah, dan kini terusir dari kampungnya.

Kuasa hukum Taripan, Sugiyono, SH, mengecam keras perilaku sejumlah oknum pegawai Bank BRI Cabang Kebumen. “Mereka jelas-jelas memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat desa yang SDM-nya di bawah standar. Nasabah percaya mengajukan KUR, tetapi faktanya justru dipaksa masuk ke kredit pangan dengan bunga tinggi,” tegas Sugiyono SH.

READ  FKI-1 Madina: Pilkada Jangan Ada Black Campaign

Bunga Berat, Tanpa Kwitansi

Saat pandemi Covid-19, pemerintah gencar mengumumkan program relaksasi kredit. Tapi yang dialami Taripan justru sebaliknya: setiap bulan ditagih bunga Rp1–2 juta. Parahnya, tagihan itu dilakukan oleh petugas bank langsung ke rumah, tanpa kwitansi resmi.

“Ini jelas cacat prosedur. Bagaimana mungkin uang puluhan juta ditarik dari debitur tanpa bukti penerimaan?” lanjut Sugiyono SH.

READ  Coffee Morning CJS, Polres Tabanan Perkuat Sinergi Penegak Hukum Demi Keadilan Masyarakat

Dipaksa Tanda Tangan Kertas Kosong

Penderitaan Taripan kian parah ketika kemacetan kredit dimanfaatkan oknum BRI untuk merampas jaminan. Debitur dipaksa menandatangani kertas kosong, lalu difoto seolah-olah sudah terjadi serah terima sertifikat. Padahal, sertifikat masih dikuasai oknum yang mengaku Kepala Cabang BRI Kebumen.

Sertifikat Berpindah ke Tangan Cukong

Lebih mengejutkan, setelah Sugiyono SH,melakukan klarifikasi, muncul nama Eni Nurnaeni yang disebut sebagai penyandang dana “titipan” dari oknum BRI. Ia mengaku sudah mentransfer sejumlah uang sesuai permintaan bank. Beberapa hari kemudian, sertifikat jaminan Taripan tidak diserahkan kembali ke debitur, melainkan langsung ke tangan Eni.

READ  Panitia Pembangunan SLB Bhakti Pertiwi Sleman Alergi Media, Pengawasan Proyek Rp1 Miliar Lebih Dipertanyakan

“Ini jelas dugaan permainan kotor. Bank seolah-olah hanya jadi perantara untuk meloloskan sertifikat ke cukong pemodal. Rakyat kecil jadi tumbal,” tegas SugiyonoSH.

READ  140 Proyek Digeber di Salatiga, Pembangunan TWR Dipastikan Sesuai Spesifikasi

Rekayasa Bukti & Tekanan pada Korban

Ketua LPKSM Krisna Cakra Nusantara, Sugiyono SH, bahkan sempat bersitegang dengan pihak BRI saat melakukan klarifikasi. “Mereka tidak mau direkam video, padahal publik berhak tahu. Akhirnya, kami terpaksa pakai rekaman tersembunyi dan hasilnya bertolak belakang dengan klaim bank,” ungkapnya.

READ  Diduga Kebal Hukum, Judi Dadu Skala Besar di Gembol Bawen Terus Beroperasi, Meski Pemerintah Gencar Berantas Perjudian  

Rakyat Kecil Jadi Korban

Kini, Taripan tidak hanya kehilangan sertifikat rumah, tapi juga kehilangan harga diri. Ia dibuli warga, terusir dari kampungnya, dan terpaksa menumpang hidup di tanah kosong pinggir makam desa lain. “Sangat pilu. Orang jujur dimiskinkan oleh oknum bank,” kata seorang warga desa dengan nada prihatin.

READ  Air Mata di Balik Gugatan Keluarga: Donny Hutapea Tegaskan Tak Pernah Menyangkal Orang Tua Kandung

Pertanyaan Publik

Kasus ini menimbulkan banyak tanda tanya besar:

Mengapa program KUR yang seharusnya membantu rakyat kecil bisa berubah menjadi jeratan utang?

Mengapa sertifikat debitur berpindah ke tangan pihak ketiga, bukan kembali ke pemilik sahnya?

Apakah BRI pusat tahu skandal yang terjadi di cabang Kebumen?

READ  Lakukan pengeroyokan, Polsek Ungaran amankan 9 remaja

Publik kini menunggu keberanian OJK, aparat penegak hukum, dan manajemen pusat BRI untuk turun tangan. Jika tidak, kasus Taripan bisa jadi hanya puncak gunung es praktik kotor perbankan di daerah.

 

Laporan: IKA Z

Berita Terkait

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak
JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:27 WIB

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terbaru