Warga Salatiga Desak Penutupan Pabrik PT SIP yang Diduga Tak Kantongi Izin dan Cemari Lingkungan

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 26 Juli 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kegiatan dalam pabrik pengolahan biji plastik

Foto kegiatan dalam pabrik pengolahan biji plastik

SALATIGA | PortalIndonesiaNews.net — Suara keresahan warga Kelurahan Cebongan, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga semakin nyaring terdengar. Mereka mendesak penutupan pabrik milik PT Sumber Inovasi Primaguna (SIP) yang diduga kuat belum mengantongi izin resmi namun tetap beroperasi secara penuh 24 jam.

Diduga bergerak di sektor industri pengolahan plastik, pabrik yang telah beroperasi lebih dari satu tahun itu dituding menimbulkan polusi udara dan kebisingan, serta tidak memiliki izin lengkap sebagaimana mestinya.

“Kami hanya ingin hidup tenang. Pabrik ini sudah sangat mengganggu dan mencemari lingkungan. Bahkan kami mencurigai proses perizinannya tidak transparan,” ujar BS, salah satu warga yang aktif memantau persoalan ini, Rabu (23/07/2025).

READ  Polresta Magelang Diduga Minta Uang Damai Rp250 Juta: Kriminalisasi atau Pemerasan Berkedok Proses Hukum?

Menurut penuturan BS, dokumen izin perusahaan tersebut masih belum diverifikasi secara sah, namun kegiatan industri tetap berjalan tanpa hambatan, bahkan disebut-sebut memiliki modal awal Rp2,8 miliar. Namun warga meragukan legalitas angka tersebut karena tidak ada data konkret terkait nilai properti maupun mesin produksi yang digunakan.

Warga Takut Bersikap karena Ada Hubungan RT dan Pengelola Pabrik

Lebih mengejutkan, muncul kekhawatiran di kalangan warga untuk menyampaikan protes secara terbuka karena adanya dugaan keterkaitan antara pengurus RT setempat dengan pihak pengelola pabrik.

READ  Iptu Rudiana dan Dua Polisi Bawahannya Disorot Terkait Rekayasa Penangkapan 7 Narapidana yang Ajukan Peninjauan Kembali

“Beberapa warga khawatir bicara karena takut mendapat tekanan sosial. Padahal dampaknya sangat terasa. Tapi karena RT dan pengelola saling kenal, jadi kami tertekan,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Pihak Berwenang Lamban, Satpol PP Hanya Diam?

Warga mengaku telah melayangkan laporan ke Satpol PP Kota Salatiga sejak dua bulan lalu, namun belum melihat adanya langkah tegas atau tindakan nyata.

“Sudah kami laporkan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Rasanya kami diabaikan,” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.

READ  PANEN RAYA TAPI HARGA GABAH DI BAWAH HPP! Tengkulak Dominasi, Bulog Dimana?

Keterlambatan tindakan dari pemerintah membuat warga menuntut evaluasi total terhadap seluruh proses perizinan pabrik tersebut, serta transparansi dari Dinas Perizinan dan Lingkungan Hidup Kota Salatiga.

Pihak Pabrik Bungkam

Saat dikonfirmasi, seorang petugas keamanan pabrik berinisial MS menyebut bahwa pihak manajemen telah menerima permintaan konfirmasi dan akan menindaklanjuti. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari manajemen PT SIP maupun dinas terkait.

Sementara itu, desakan warga untuk segera menutup operasional pabrik semakin menguat, mengingat potensi pencemaran lingkungan dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

 

Berita Terkait

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala
TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  
MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata
WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!
MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Rabu, 22 April 2026 - 18:21 WIB

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Sabtu, 18 April 2026 - 21:46 WIB

WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Sabtu, 18 April 2026 - 14:48 WIB

SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”

Berita Terbaru