VIRAL! Dugaan Perundungan Brutal di MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga, Keluarga Korban Lapor Polisi

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 26 Juli 2025 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga,

Foto : MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga,

PURBALINGGA | PortalIndonesiaNews.Net – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi kekerasan. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan aksi perundungan yang diduga terjadi di lingkungan MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang siswa ditendang dan diintimidasi hingga menunjukkan ekspresi ketakutan.

Insiden memilukan itu disebut terjadi sebelum libur panjang sekolah pada 18 Juni 2025, namun baru mencuat ke publik setelah video tersebut menyebar luas di Instagram dan Facebook pekan ini. Kasus ini pun menyita perhatian publik dan menjadi sorotan netizen.

Keluarga Korban Murka: “Miris Lihat Cucu Saya Diperlakukan Seperti Itu”

Tim redaksi PortalIndonesiaNews.Net yang melakukan investigasi ke lapangan telah menemui keluarga korban, pihak sekolah, serta Polsek Bukateja.

READ  Prahara Dugaan Oknum Satpol PP Tangsel: 'Beking' Prostitusi & Jual Miras Sitaan, Citra Penegakan Hukum Terancam Roboh

Yatno, kakek korban, tak kuasa menyembunyikan emosinya setelah mengetahui cucunya menjadi korban kekerasan.

“Saya baru tahu dari video yang ramai di medsos. Itu jelas cucu saya. Miris dan marah rasanya melihat kejadian itu,” ujarnya dengan suara bergetar.

“Kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Bukateja agar ada kejelasan hukum.”

Sementara ayah korban menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilai lamban dan terkesan menutup-nutupi kasus ini.

“Sekolah hanya bilang pelaku sudah dikeluarkan, tapi tidak ada mediasi dengan keluarga kami. Kalau memang sudah ditindak, kenapa kami tidak dilibatkan dalam prosesnya?” tegasnya.

“Anak saya masih trauma. Saya khawatir kalau pelaku ditemui di luar, bisa timbul kejadian yang lebih buruk. Harusnya diselesaikan dengan proses damai yang melibatkan kedua pihak.”

READ  Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat: Sinergi Bersama Melestarikan Adat Jawa Lewat Simbol Surjan

 

Polisi Turun Tangan, Kepala Sekolah Akui Kelalaian

Kapolsek Bukateja membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan segera bertindak cepat.

“Kami langsung bergerak ke sekolah dan meminta keterangan dari berbagai pihak. Saat ini proses penanganan masih berjalan, dan kami telah menerima permintaan keluarga agar pelaku dipindahkan demi kenyamanan psikologis korban,” jelasnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa fenomena perundungan di sekolah bukan sekadar kenakalan biasa, namun bisa berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak.

“Ini adalah bentuk kekerasan yang harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya tugas polisi, tapi juga guru, orang tua, dan masyarakat.”

READ  Kasus Investasi Rp120 Juta di Rembang Diduga Dipaksakan Jadi Pidana, Kuasa Hukum Sorot “Permainan Manis” antara Pelapor dan Penyidik Polres

Secara terpisah, Kepala MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga mengaku kecolongan.

“Kami tahu kejadian ini dari media sosial. Kami akui ada kelalaian dalam pengawasan. Pelaku sudah kami keluarkan dari sekolah dan kami akan memperketat pengawasan ke depan,” ucapnya.

 

Kejadian Ini Harus Jadi Alarm Bahaya Perundungan di Sekolah

Kasus ini bukan hanya soal pelanggaran disiplin, tapi juga menyangkut hak anak untuk mendapat perlindungan di lingkungan pendidikan. Perundungan yang terekam video ini menjadi alarm serius bagi semua pihak—bahwa sekolah harus menjadi tempat aman, bukan ladang ketakutan.

PNN News akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa korban memperoleh pendampingan, perlindungan hukum, serta dukungan psikologis yang memadai.

Laporan: iskandar

Berita Terkait

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala
TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  
MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata
WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!
MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Rabu, 22 April 2026 - 18:21 WIB

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Sabtu, 18 April 2026 - 21:46 WIB

WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Sabtu, 18 April 2026 - 14:48 WIB

SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”

Berita Terbaru