TANPA SENGAJA PENGAKUAN PEGAWAI RUTAN DI DEPAN MEDIA – DUGAAN PENGANIAYAAN PEREMPUAN TERBUKA, BUKTI PUNGLI DAN KELOLAAN INSTITUSI TERUNGKAP

Avatar photo

- Kontributor

Senin, 29 Desember 2025 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketika pelaku penganiayaan tahanan wanita rutan kebumen didampingi pegawai rutan Mendatangi keluarga korban untuk mengajak Damai serta meminta Berita Dihapus.27/12/2025

Foto : Ketika pelaku penganiayaan tahanan wanita rutan kebumen didampingi pegawai rutan Mendatangi keluarga korban untuk mengajak Damai serta meminta Berita Dihapus.27/12/2025

Kebumen |PortalindonesiaNews.Net  – Tabir kelam yang menutupi dugaan penganiayaan terhadap tahanan perempuan berinisial DW di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen kini benar-benar tersibak. Oknum pegawai berinisial DI secara langsung mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada korban serta keluarga – namun momen tersebut justru terjadi secara tak terduga tepat ketika awak media hendak melakukan wawancara pada Sabtu (27/12/2025), didampingi sejumlah pegawai rutan lainnya.

Pengakuan yang dinilai janggal tersebut bukan hanya menguatkan dugaan bahwa korban telah mengalami pemukulan dan tendangan saat masih berstatus tahanan aktif, melainkan juga memunculkan pertanyaan tajam dari publik: mengapa pengakuan baru muncul setelah kasus ini mencuat ke permukaan dan siapapun yang berada di balik upaya untuk mengatasnamakan “damai”?

READ  Pelanggan Kritik JNE Salatiga: Tidak Profesional dalam Menangani Pengiriman Barang

Keluarga korban telah mengantongi bukti kongkrit untuk memperkuat laporan resmi mereka yang tercatat dengan nomor Rekom/568/XII/SPKT di Polres Kebumen dan telah diadukan ke Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah. Bukti tersebut meliputi keterangan langsung korban, dokumentasi luka fisik yang jelas terlihat, serta sejumlah dokumen pendukung yang telah diserahkan kepada aparat berwajib.

READ  Wangi Rempah di KJ Hotel Yogyakarta: Buka Puasa Keliling Nusantara Plus Ngabuburit Bikin Parfum!

“Permintaan maaf kami terima secara kemanusiaan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan. Ini bukan persoalan pribadi – ini adalah kekerasan yang terjadi di dalam institusi negara yang seharusnya menjaga keamanan dan hak-hak setiap orang, termasuk tahanan,” tegas perwakilan keluarga korban saat menolak mentah-mentah upaya sejumlah pejabat dan pegawai rutan untuk meredam perkara melalui jalur damai.

READ  Kapolres Grobogan Dinilai Lamban Menjawab Surat Kuasa Hukum: “Yang Diminta Itu Hak Tersangka, Mau Jadi Apa Negara Ini?”

Kasus ini menjadi semakin pelik dengan munculnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang diperkuat dengan bukti transfer dana yang diduga mengarah kepada oknum pegawai rutan. Hal ini membuat publik semakin curiga bahwa kasus ini bukan hanya kelalaian individu, melainkan menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang yang berpotensi sistematis akibat lemahnya pengawasan internal di lembaga tersebut.

READ  Rutan Salatiga Gelar FMD, Karutan Redy Agian: Perkuat Kebersamaan Petugas

Bola panas kini berada di tangan Polres Kebumen dan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah. Publik menuntut penegakan hukum yang transparan dan tanpa kompromi – bukan hanya terhadap pelaku langsung, melainkan juga terhadap pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan pengawasan di Rutan Kebumen, agar lembaga negara tidak menjadi ruang gelap bagi kekerasan dan impunitas.

Laporan: Iskandar

Berita Terkait

PREMANIS OKNUM PALSUKAN ATIBUT DLH, TERJERAT KASUS PENIPUAN THR KE PELAKU USAHA SEMARANG!
Denpom IV/5 Semarang Turun ke Jalan, Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat dan Kaum Duafa di Bulan Ramadan  
Sidang PMH PN Salatiga Hebohkan Publik, Kesaksian Mantan Sopir Ungkap Dugaan Gadai Mobil Tanpa BPKB  
MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  
Telah Rerjadi Intimidasi Wartawan di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Tindak Tegas
Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  
Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  
KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:32 WIB

PREMANIS OKNUM PALSUKAN ATIBUT DLH, TERJERAT KASUS PENIPUAN THR KE PELAKU USAHA SEMARANG!

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:53 WIB

Denpom IV/5 Semarang Turun ke Jalan, Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat dan Kaum Duafa di Bulan Ramadan  

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:54 WIB

Sidang PMH PN Salatiga Hebohkan Publik, Kesaksian Mantan Sopir Ungkap Dugaan Gadai Mobil Tanpa BPKB  

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:08 WIB

MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:18 WIB

Telah Rerjadi Intimidasi Wartawan di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Tindak Tegas

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:39 WIB

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:48 WIB

KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Berita Terbaru