Semarang | PortalindonesiaNews.Net — Gelombang arus balik Lebaran 2026 mulai menggeliat. Suasana kota yang sebelumnya ramai oleh pemudik kini perlahan berubah, seiring ribuan orang mulai kembali ke kota perantauan masing-masing.
Prediksi Puncak dan Kebijakan One Way Nasional
Kepadatan kendaraan diprediksi akan mencapai titik tertinggi pada 24 Maret 2026. Pada momen tersebut, pemerintah bersama aparat kepolisian akan menerapkan sistem one way nasional di ruas Tol Trans Jawa, tepatnya dari Km 414 hingga Km 70.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi mengurai lonjakan kendaraan yang diperkirakan akan memadati jalur utama arus balik. “Penerapan one way nasional ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar,” ujarnya.
Gelombang Arus Balik dan Rekayasa Lalu Lintas
Sejak 22 Maret, berbagai skenario rekayasa lalu lintas sudah mulai dijalankan. One way lokal diterapkan secara bertahap di sejumlah titik rawan kemacetan sebagai langkah antisipasi sebelum puncak arus balik tiba.
Arus balik tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang besar:
1. Gelombang pertama berlangsung pada 23–24 Maret
2. Gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026
Strategi PT Jasa Marga
PT Jasa Marga (Persero) juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurai kepadatan. Direktur Utamanya, Rivan A. Purwantono, menyebut bahwa puncak arus kendaraan akan didominasi oleh pemudik yang kembali menuju wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya.
Berbagai kebijakan yang diterapkan antara lain:
– Contraflow
– Pembatasan kendaraan sumbu tiga
– Diskon tarif tol hingga 30 persen pada 26–27 Maret
Imbauan Pemerintah
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan secara bersamaan di hari puncak. Pemilihan waktu yang tepat dinilai menjadi kunci utama untuk menghindari kemacetan panjang.
Operasi Ketupat 2026 masih terus berlangsung, dengan aparat gabungan tetap siaga di lapangan demi memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Arus balik bukan sekadar perpindahan massal, tetapi juga ujian kesiapan infrastruktur dan kedisiplinan pengguna jalan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan perjalanan kembali dari kampung halaman dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat.
Laporan : Christin






