SALATIGA | PortalindonesiaNews.Net – Suasana khidmat menyelimuti Mapolres Salatiga pada Rabu (14/01/2025). Sebuah sejarah kepemimpinan baru dimulai saat AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., perwira menengah asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Salatiga. Ia hadir menggantikan AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si., dalam prosesi Farewell Parade yang emosional.
Pergantian kepemimpinan ini menyusul upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang sebelumnya telah dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, di Mapolda Jawa Tengah.
Penyambutan Penuh Tradisi dan Kehangatan
Kedatangan AKBP Ade Papa Rihi beserta istri di Mapolres Salatiga disambut hangat oleh Wakapolres Kompol R. Arsadi KS. Momen manis terjadi saat siswa TK Kemala Bhayangkari mengalungkan bunga sebagai simbol selamat datang bagi pemimpin baru mereka.
Langkah kaki sang putra NTT ini disambut dengan tradisi Pedang Pora yang megah. Pasukan Perwira Polres Salatiga membentuk gerbang kehormatan, mengiringi Kapolres baru menuju “Payung Pora”. Di sana, AKBP Veronica telah menanti untuk menyerahkan kunci Mapolres Salatiga—sebuah simbol estafet tanggung jawab dan dedikasi untuk keamanan warga Salatiga.
Momen Haru Pelepasan AKBP Veronica
Kepemimpinan AKBP Veronica meninggalkan kesan mendalam bagi jajaran Polres Salatiga. Setelah menyerahkan laporan kesatuan kepada suksesornya di Pendopo Widya Qasana Tribarata, suasana berubah menjadi haru saat prosesi pelepasan dirinya.

Tetesan air mata dari sejumlah personel tak terbendung saat AKBP Veronica menyalami satu per satu anggota yang berbaris rapi. Perwira polwan berprestasi ini kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kapolres Batang, Polda Jawa Tengah.
Harapan Baru untuk Salatiga
Hadirnya AKBP Ade Papa Rihi membawa semangat baru bagi kota yang dikenal dengan toleransinya ini. Sebagai putra daerah dari Flores, kehadirannya menjadi bukti inklusivitas kepemimpinan di tubuh Polri. Publik kini menanti gebrakan perwira lulusan Akpol ini dalam menjaga kondusivitas dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat Salatiga.
“Perpisahan ini memang sunyi, namun sarat penghormatan. Karena kepemimpinan yang baik selalu meninggalkan jejak di hati, bukan sekadar nama di atas jabatan,” ungkap salah satu personel di lokasi.
Laporan: Andik Kusuma
PortalindonesiaNews.Net






