YOGYAKARTA Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat, selaku CEO Sendangwangi Plencing, menyambut hangat rencana kunjungan silaturahmi Komunitas Pria Bersurjan yang akan digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 mendatang. Pertemuan ini mengusung misi besar dalam menggali potensi serta mengembangkan adat istiadat Jawa sebagai pijakan jati diri generasi muda. (Rabu/4/2/26)
Surjan Sebagai Simbol Jati Diri
Dalam acara tersebut, Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat dijadwalkan akan menyerahkan secara simbolis baju Surjan kepada perwakilan generasi penerus. Penyerahan ini dimaknai sebagai komitmen bersama untuk menjaga warisan leluhur, di mana generasi senior dan generasi muda berjalan beriringan menjadi benteng pertahanan budaya.
Menurut Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat, Surjan bukan sekadar pakaian fisik, melainkan identitas yang sarat makna tersirat. Beliau menekankan bahwa pelestarian adat harus menyentuh berbagai aspek kehidupan yang meliputi:
Tata Laku (Etika Perilaku)
Tata Busana (Cara Berpakaian)
Tata Boga (Kuliner Tradisional)
Tata Wicara (Bahasa dan Tutur Kata)
Tata Wewangunan (Arsitektural)
Filosofi “Oyot Ojo Nganti Pedot”
Melalui semangat kebersamaan ini, Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat mengajak seluruh anak bangsa untuk kembali mengenali akar budayanya. Sinergi antara Komunitas Pria Bersurjan dan Sendangwangi Plencing ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kecintaan pada tradisi Jawa yang adiluhung.
“Penyerahan baju Surjan ini adalah simbol bahwa kita sama-sama melestarikan. Kita harus menggali kembali potensi adat istiadat kita agar jati diri bangsa tetap kuat. Prinsipnya satu: ‘Oyot ojo nganti pedot’ (akar jangan sampai putus),” tegas Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat.
Rencana Gerakan Budaya Pasca-Lebaran
Dukungan penuh dari Ir. KP. Nurdiantoro Dharmaningrat di Sendangwangi Plencing ini merupakan awal dari gerakan yang lebih luas. Setelah pertemuan Sabtu besok, direncanakan akan ada agenda kolaborasi besar di wilayah DIY yang mengangkat tema Surjan, Kebaya, dan semangat Hari Kartini, guna memastikan tradisi Jawa terus mengalir di setiap generasi.
Laporan: Slamet





