SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Malam ini menjadi momen istimewa dan langka bagi warga Kota Semarang, ketika Pengajian Akhirussanah MT. Manaqib Jawahirul Ma’na tahun 1447 H berlangsung dengan hidmat dan khusyuk. Acara yang tidak hanya menghadirkan tokoh-tokoh ulama nusantara dan tokoh manaqib Kota Semarang, tetapi juga menyatukan figur penting dari dunia hukum, intelektual, budaya, hingga politik.30 Januari 2026
Peserta khusus yang menjadi sorotan adalah Dr. Drs. H. Hono Sejati Pradoto Jatinangoro, SH., MHum, yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD HANURA Jawa Tengah. Beliau juga dikenal sebagai ahli hukum, budayawan, dan mantan Rektor UNDARIS selama dua periode.
Dalam sambutannya, Drs. H. Parsin Abdullah, Ketua Panitia sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Arrohmah Kota Semarang, menyatakan bahwa kehadiran dan bergabungnya tokoh politik serta intelektual sangat krusial dalam pembangunan bangsa. “Dekatnya hubungan antara pimpinan partai politik dan masyarakat akan mengantarkan HANURA ke depan dengan kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Acara ini juga diisi tausiyah oleh Ketua PC. NU Kota Semarang, dengan pesan yang menguatkan nilai-nilai keagamaan dan kesatuan bangsa.
Tak berhenti di situ, setelah acara pengajian, KRH Dr. Hono Sejati segera mengumumkan rencana akan mengadakan konsolidasi internal HANURA Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk menegaskan komitmen mengkonsolidasikan seluruh elemen organisasi, sehingga struktur, kader, dan simpatisan dapat bergerak seiring sejalan dalam satu visi dan satu garis perjuangan.

Fokus utama konsolidasi meliputi:
– Penguatan struktur organisasi dengan pendekatan kreatif, inovatif, kolaboratif, dan adaptif yang menjawab harapan milenial dan generasi muda.
– Peningkatan perolehan kursi dengan landasan hati nurani rakyat.
– Merangkul generasi muda melalui pembenahan organisasi dan menjamin loyalitas penuh kepada Ketua Umum HANURA.
Hadirnya sinergi lintas elemen dalam acara yang awalnya bersifat keagamaan ini menjadi bukti bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kerja sama yang komprehensif, dari kalangan ulama, intelektual, hingga penggerak politik yang peduli pada aspirasi masyarakat, terutama generasi muda.
Laporan : Iskandar






