Menurut Riki Fahmi Mubarok, berdasarkan rilis Densus 88 Mabes Polri, sebanyak 247 anak tercatat terpapar paham radikalisme sepanjang tahun 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga Polri hadir melalui pendekatan humanis dan edukatif di lingkungan bermain anak muda.
“Polri kini hadir di ruang bermain mereka untuk merangkul, melindungi, dan mendekatkan diri dengan lingkungan Gen Z. Karena menjaga kedaulatan bangsa hari ini bukan lagi sekadar mengangkat senjata, tetapi hadir sebagai sahabat yang menjaga ruang pikir generasi muda”, ungkapnya.
Ia menambahkan, menjaga generasi muda dari disinformasi, perpecahan, hingga pengaruh radikalisme merupakan bentuk nasionalisme modern yang harus dilakukan bersama.
Melalui event Kapolrestabes Semarang Cup tersebut, Polrestabes Semarang berharap dapat membangun ekosistem digital yang sehat, kompetitif, sekaligus memperkuat hubungan positif antara kepolisian dan masyarakat, khususnya kalangan muda diera digital.
(Laporan: Yulius)
###






